Cara membuat landing page – Anda punya produk keren, layanan unggulan, atau ide promosi yang mantap. Tapi, ke mana calon pelanggan diarahkan? Ke beranda website yang penuh menu? Itu ibaratnya seperti mengajak orang jalan-jalan tapi malah dibawa ke persimpangan lima jalan, bingung sendiri akhirnya. Yang Anda perlukan ialah sebuah landing page.
Bayangkan halaman ini sebagai sales page digital. Tujuannya Tunggal, mengajak pengunjung melakukan satu hal spesifik. Mau itu mendaftar, mengunduh ebook, atau membeli produk. Fokusnya sangat tajam.
Nah, kabar baiknya, membuatnya tidak harus mahal. Anda bisa ciptakan landing page gratis dan menarik tanpa kemampuan coding. Mari kita kupas langkah-langkahnya.
Apa Itu Landing Page Sebenarnya?
Singkatnya, ini ialah halaman web berdiri sendiri, dibuat khusus untuk satu kampanye atau tujuan promosi. Isinya dirancang untuk membujuk pengunjung mengambil tindakan (CTA atau Call to Action).
Berbeda dengan website biasa yang punya banyak halaman dan menu, halaman ini fokus. Tidak ada navigasi yang mengalihkan perhatian. Hanya ada satu jalan: ajakan utama Anda.
Mengapa Anda Perlu Halaman Penjualan Ini?
Fungsinya sangat vital dalam strategi pemasaran. Halaman ini menjadi ujung tombak dari iklan yang Anda jalankan. Misal, Anda pasang iklan di media sosial, link-nya harus mengarah ke sini, bukan beranda website.
Efektivitasnya diukur dari tingkat konversi. Berapa persen pengunjung yang akhirnya melakukan hal yang Anda mau? Dengan fokus pada satu tujuan, angka konversi ini bisa jauh lebih tinggi.
Landing Page vs Website: Jangan Sampai Keliru
Ini perbedaan mendasar yang sering terlupakan. Website seperti toko fisik lengkap dengan berbagai ruangan. Sementara landing page ialah booth atau etalase khusus di sebuah pameran, didesain hanya untuk memamerkan satu produk terbaik dan mengumpulkan leads.
Website bertujuan memberikan informasi umum. Halaman penjualan punya misi tunggal: konversi.

Langkah-Langkah Membuat Landing Page yang Memikat
Membuatnya yang gratis dan menarik itu seperti meracik kopi. Butuh bahan tepat dan langkah sistematis.
1. Tentukan Tujuan yang Jelas Sebelum Mulai
Apa yang ingin Anda capai? Tanpa tujuan spesifik, halaman Anda akan kehilangan arah. Tuliskan dengan jelas: “Saya ingin pengunjung mendaftar webinar ini” atau “Saya ingin mereka mendapatkan diskon 20%”.
Tujuan ini akan menjadi kompas untuk setiap elemen yang Anda buat.
2. Pilih Platform Landing Page Gratis yang Tepat
Ini kunci utama. Beruntung, sekarang banyak platform membangun halaman semacam ini tanpa biaya. Beberapa opsi populer:
- WordPress dengan Plugin: Jika sudah punya website WordPress, Anda bisa tambahkan fungsi dengan WordPress landing page plugin seperti Elementor atau Thrive Architect. Banyak templat gratisnya.
- Drag and Drop Builder Berdedikasi: Platform seperti Mailchimp atau Carrd menyediakan versi gratis dengan fitur cukup untuk pemula. Anda hanya perlu seret dan lepas elemen.
- Penyedia Layanan Freemium: HubSpot dan ConvertKit punya generator halaman gratis yang terintegrasi dengan tools marketing mereka.
Platform seperti Unbounce atau Leadpages memang sangat powerful, tetapi biasanya berbayar. Untuk mulai, opsi gratis di atas sudah lebih dari cukup.
3. Buat Headline yang ‘Nendang’ dan Subheadline yang Jelas
Inilah hal pertama dibaca pengunjung. Headline harus langsung tangkap perhatian dan jelaskan manfaat utama. Subheadline beri penjelasan sedikit lebih detail.
Contoh buruk: “Webinar Digital Marketing”.
Contoh menarik: “Kuasai Strategi Instagram Ads dalam 90 Menit (Tanpa Keluar Biaya Iklan Percuma)”.
4. Sertakan Visual yang Menarik dan Relevan
Gambar atau video berkualitas tinggi bisa meningkatkan engagement secara signifikan. Gunakan foto orang yang tersenyum atau produk dari berbagai sudut. Banyak sumber gambar gratis seperti Unsplash atau Pexels.
5. Tulis Copywriting yang Meyakinkan dan Ajakan yang Kuat
Jelaskan manfaat, bukan hanya fitur. Jawab pertanyaan “Apa untungnya bagi saya?” di benak pengunjung.
Ajakan Anda harus jelas, terlihat, dan menggunakan kata kerja aksi. Ganti “Submit” dengan “Dapatkan Panduan Gratis Sekarang!”. Warna tombolnya harus kontras dengan latar belakang.
6. Optimalkan untuk Seluler
Inilahlah yang seringkali dicuekin. Mayoritas orang sekarang buka internet dari ponsel. Pastikan halaman Anda tampil sempurna di segala ukuran layar. Untungnya, kebanyakan drag and drop builder modern sudah responsif otomatis.
7. Kurangi Distraksi hingga ke Titik Nol
Ini prinsip paling penting. Hilangkan navigasi menu yang tidak perlu. Buat halaman ini sebagai jalan buntu yang menyenangkan. Satu-satunya jalan keluar ialah dengan melakukan aksi yang Anda inginkan.
8. Uji Coba dan Analisis
Sebelum publish, tes di berbagai perangkat. Minta pendapat teman. Setelah aktif, pantau performanya. Apakah orang berkonversi? Jika belum, coba ubah headline atau warna tombol. Terkadang perubahan kecil memberi dampak besar.
Pengujian A/B Testing Landing Page

Bayangkan Anda jualan bakso dan penasaran: lebih laris bakso pakai sambal merah atau sambal hijau? Daripada nebak-nebak, Anda bagi dua porsi. Setengahnya disajikan dengan sambal merah, sisanya pakai sambal hijau. Dalam seminggu, Anda lihat porsi mana yang lebih cepat habis. Itulah prinsip dasar A/B testing.
Dalam konteks digital, pengujian A/B untuk landing page adalah eksperimen yang membandingkan dua versi halaman (Versi A dan Versi B) untuk melihat mana yang performanya lebih baik dalam mencapai tujuan. Satu elemen diubah untuk mengetahui pengaruhnya terhadap perilaku pengunjung.
Apa Saja yang Bisa Diuji? Jangan Asal Ubah!
Kuncinya: uji satu hal dalam satu waktu. Kalau Anda ubah headline, gambar, dan warna tombol sekaligus, Anda tidak akan tahu perubahan mana yang pengaruhnya signifikan.
Fokus pada elemen-elemen krusial ini:
Headline dan Copy
Inilah pesan utama. Coba variasi kata yang menyoroti manfaat berbeda. Apakah angka lebih menarik? Atau justru pertanyaan?
Visual (Gambar atau Video)
Gambar orang vs gambar produk? Video penjelasan 30 detik vs testimonial pelanggan? Selera visual audiens bisa mengejutkan.
Call-to-Action (CTA)
Ini jantung dari halaman. Ujilah:
- Teks pada tombol: “Beli Sekarang” vs “Dapatkan Diskon”
- Warna tombol: Merah vs hijau vs orange
- Posisi dan ukuran: Tombol besar di atas vs tombol lebih kecil di tengah halaman.
Formulir
Ini sering jadi penghalang. Coba kurangi jumlah kolom. Bandingkan antara meminta nomor telepon dengan tidak memintanya. Bisa jadi, mempermudah justru menghasilkan lebih banyak leads.
Tata Letak dan Desain Secara Keseluruhan
Tata letak satu kolom vs banyak kolom? Desain minimalis vs penuh ilustrasi? Layout berpengaruh besar pada alur membaca pengunjung.
Kesimpulan: Fokus pada Value, Bukan Harga
Membuat landing page gratis yang menarik sangat mungkin dilakukan hari ini. Kuncinya bukan pada alat berbayar, melainkan pada kejelasan strategi dan pemahaman Anda terhadap audiens. Mulailah dengan tujuan sederhana, pilih platform yang sesuai kebutuhan, dan desain dengan prinsip fokus serta kejelasan.
Ingat, halaman ini ialah perpanjangan dari janji iklan Anda. Pastikan pengalaman pengunjung dari klik iklan hingga ke halaman ini berjalan mulus dan memuaskan.
Nah, kalau Anda ingin tahu lebih dalam tentang strategi optimasi konversi atau tips digital marketing lainnya, jangan sungkan untuk menjelajahi artikel-artikel lain di situs Devanseo. Banyak insight praktis yang sudah menunggu untuk Anda temukan!



